Sajian tepung kulit ari beras sebagai zat anti-kanker.

Juni 14, 2007 pukul 1:32 pm | Ditulis dalam SeKilaS Info | Tinggalkan komentar

Kamis, 14-06-2007

Untuk pertama kalinya ilmuwan bidang biomedika dari Universitas Leicester Inggris mengungkapkan kajian tentang temuan awal percobaan pra-klinik “preclinical evidence” bahwa “rice bran” —tepung kulit ari beras yang umumnya berwakna merah-kecoklatan— bermanfaat guna memerangi resiko gangguan penyakit kanker saluran dalam usus pencernaan. Hasil eksperimen pada tikus percobaan lab Universitas Leicester pada Department of Cancer Studies and Molecular Medicine menunjukkan temuan amat menjanjikan namun demikian memang masih dibutuhkan riset lanjutan baik dengan materi lain yang berkandungan sejenis “rice bran” maupun penelitian yang diaplikasikan langsung terhadap manusia.
Publikasi penelitian telah ditampilkan pada British Journal of Cancer terbitan akhir Mar yl.

Ketua Tim Peneliti Prof. Andreas Gescher menggunakan materi uji dengan: “NutraCea Stabilized Rice Bran” yang diujicobakan dalam eksperimen pencegahan kanker pada sekelompok tikus percobaan. Dalam percobaan disajikan menu makanan untuk tikus percobaan sejumlah 30% dari bahan tersebut diatas. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sajian bubuk beras mirip sejenis bekatul tersebut menunjukkan hasil penurunan cukup mencolok dalam tumbuhnya intestinal adenomas yang menjadi cirian gejala awal kanker pada usus dalam saluran pencernaan. Selain itu diamati pula terjadinya penurunan pada kasus pendarahan dalam saluran pencernaan: “hemorrhage”. Sebaliknya dalam eksperimen terkontrol sebagai bandingan para peneliti tidak menemukan temuan efek positip serupa dalam kasus tikus percobaan berpenyakit kanker prostate maupun kanker payudara.
Tipikal menu yang diberikan pada tikus percobaan jika disetarakan dengan manusia maka berarti butuh sajian -/+ 200 gram bubuk sejenis bekatul beras merah per hari. Prof. Gescher pun memprakirakan bahwa efek anti-kanker serupa bisa didapat pula dari bulir selaput biji-bijian dari gandum, rye, oat, dll yakni beragam jenis tanaman budidaya sejenis padi-padian yang banyak tumbuh di benua Eropa.

Dahulu kala kalangan nenek moyang sebagian bangsa-bangsa di Asia yang memang mengenali keunggulan nutrisi yang terkandung pada ataupun “beras merah” di Indonesia atau pun “genmai” di Jepang, dan lazim menjadikannya sebagai sajian makanan sehat sehari-hari. Sayangnya kebiasaan demikian kini menjadi semakin menghilang berhubung kecenderungan orang masa kini yang lebih menyukai sajian beras putih yang dianggap lebih menggugah selera makan dan berasa pulen. Padahal kalangan ilmuwan telah meyakinkan bahwa dalam kulit ari beras yang lazimnya berwarna merah-kecoklatan kaya kandungan vit B1 dan kandungan serat yang lebih tinggi dibanding beras putih bersih.
Disamping itu beras merah pun memiliki tingkat GI : Glycemic Index yang rendah yang berarti butuh waktu yang lebih lama dibandingkan beras putih dalam proses pencernaan dalam sistem metabolisme tubuh manusia untuk mengubahnya menjadi glukosa, hingga amat bermanfaat jika menjadi makanan bagi para penderita penyakit diabetes atau pun orang yang tengah melakukan diet turunkan berat badan.

Sumber: Ragam info web. / Rizal AK.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: