Optimisasi Web site

Juni 17, 2007 pukul 1:53 am | Ditulis dalam TiPs & TrIk HobI | Tinggalkan komentar

1103602161002_shackel.gif
Kamis, 16-02-2006

Penulis : Arief Sartono (Kamis, 16 Februari 2006)

Jangan membuat saya menunggu !

Kalimat di atas sangat lumrah dan jamak untuk didengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak terkecuali pada saat kita berselancar di internet, yang mana dalam artian tertentu sudah menjadi bagian dari kegiatan kita sehari-hari.

Kalimat komplain itu pula yang dikemukakan banyak pengguna yang dijadikan sebagai target survey di bidang internet. Bahkan pengguna dengan fasilitas bandwidth besar pun menemukan bahwa web site yang lama diakses adalah hal yang wajar dan sering terjadi.

Apa masalahnya ? Jawabannya adalah “membengkaknya” jumlah web site. Selain load server yang tinggi dan efek bottleneck yang memang pasti terjadi dalam dunia internet, faktor “pembunuh kepuasan” lain yang tidak kalah pentingnya adalah ukuran dan kompleksitas dari halaman web itu sendiri (Jing zhi).

Solusi ? Jawabannya adalah optimisasi web site. Lebih dikenal dengan istilah Web Site Optimization (WSO) dengan mantera ajaibnya yaitu “every byte counts”. Setiap byte akan menambah pembatas antara anda dengan pengguna yang mengakses web site anda.

Melalui serangkaian artikel ini penulis mencoba untuk memperkenalkan beberapa teknik optimisasi web site mulai dari yang sederhana sampai yang bersifat kompleks, yang mana akan berujung pada penghematan cost bandwidth anda sampai dengan 30 – 60 % (perhitungan kasar).

Kecepatan : Komponen Kunci Pemakaian

Kecepatan adalah komponen kunci dari pemakaian yang menunjang suatu sistem untuk dapat diterima dengan baik (Brian Shackel). Seberapa baik suatu sistem dapat diterima menentukan seberapa besar rate adopsi sistem tersebut. Data di negara Amerika Serikat menunjukkan bahwa lebih dari sebagian proyek IT yang dideploy terbuang / abandoned atau tidak termanfaatkan / underutilized (Thomas K. Landauer). Maka dari itu sangatlah penting untuk membuat suatu sistem agar dapat termanfaatkan seoptimal mungkin.

Paradigma Penerimaan Shackel

Dalam artikelnya, Brian Shackel mengemukakan keseimbangan psikologis antara suatu sistem dengan effort waktu dan energi yang telah kita keluarkan. Brian Shackel menyebut paradigma ini sebagai “penerimaan sistem” yang terdiri atas 3 (tiga) komponen:
Utility / Kegunaan; atau disebut juga kegunaan yang tampak. Apakah sistem tersebut sudah efisien secara fungsional ?
Usability / Kemampuan untuk digunakan; Apakah sistem tersebut sudah dapat dioperasikan oleh pengguna ?
Likability / Penilaian subyektif pengguna; Apakah pengguna sudah merasa cocok dengan sistem tersebut ?

Ketiga faktor ini saling menimbang antara satu dengan lainnya, dan juga dengan cost dalam pemakaian sistem (lihat gambar 1). Menurut Shackel, ketika pengguna membuat keputusan mengenai pemakaian website, mereka akan menimbang-nimbang seberapa berguna sistem tersebut, seberapa mudah sistem tersebut untuk dipergunakan, seberapa cocok sistem tersebut dengan tugas sehari-hari, dan seberapa besar cost yang harus mereka keluarkan baik secara financial maupun secara social. Itulah faktor mengapa terkadang kita mau berkutat dengan sistem yang sulit, karena reward yang akan diterima lebih besar.

Gambar 1 – Paradigma Penerimaan Shackel

Pada artikel berikutnya penulis akan mencoba menyajikan sejarah dari performa web dan hubungan antara waktu respon sistem dengan kepuasan pemakai.

Urutan artikel :

1. Sejarah performa web dan hubungan antara waktu respon sistem dengan kepuasan pemakai
2. Web design flow
3. Optimisasi markup : HTML dan XHTML
4. Optimisasi DHTML : CSS dan Javascript
5. Optimisasi grafik dan multimedia
6. Optimisasi mesin pencari
7. Optimisasi tingkat lanjut

Footnote

Referensi
Jing Zhi, “Web Page Design and Download Time,” CMG Journal of Computer Resource Management, no. 102 (2001): 40-55.
Brian Shackel, “Usability-context, framework, definition, design, and evaluation,” in Human Factors for Informatics Usability, ed. Brian Shackel and Simon Richardson (Cambridge, UK: Cambridge University Press, 1991), 21-37.
Thomas K. Landauer, The Trouble with Computers: Usefulness, Usability, and Productivity (Cambridge, MA: MIT Press, 1995). “…sadly, most reengineering efforts fail.” A sobering book on computers and productivity.

Penulis :
Arief Sartono
Staf Balai Jaringan Informasi Ilmu pengetahuan dan Teknologi
Phone : 021-3168700
email : ariefs@iptek.net.id

Sumber: Berbagai Sumber / Irfan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: