LIPI Manfaatkan Sawit sebagai Pengganti Petrokimia

Juni 19, 2007 pukul 4:24 am | Ditulis dalam berita Grezzzz | Tinggalkan komentar

sawit.jpg
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia saat ini telah mengembangkan produksi surfaktan dari sumber nabati, yaitu kelapa sawit. Surfaktan adalah zat aktif yang berperan sebagai pengemulasi minyak dan air, yang selama ini bersumber dari bahan baku minyak bumi.

“Sebagai negara net-importir minyak bumi, Indonesia berpotensi menggantikan petrokimia dengan kelapa sawit. Ini dimungkinkan mengingat Indonesia saat ini sebagai penghasil sawit terbesar di dunia. Produksinya akan mencapai 12,5 juta ton per tahun pada tahun 2010,” kata Wuryaningsih SR, peneliti dari Pusat Penelitian Kimia LIPI di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Wuryaningsih, surfaktan adalah produksi turunan dari lemak alkohol. Adapun lemak alkohol itu sendiri merupakan satu di antara 10 produk hilir industri kelapa sawit.

Sedikitnya ada 13 jenis surfaktan yang dapat dihasilkan dari minyak kelapa sawit. Proses produksinya dapat dibuat oleh peneliti LIPI yang telah memiliki paten proses pembuatan surfaktan ini. Bila ada industri yang berminat mengembangkan industri surfaktan, kata Wuryaningsih, LIPI siap membantu karena teknologi pembuatannya telah dikuasai.

Dari berbagai jenis surfaktan itu, lebih lanjut dapat dihasilkan beraneka produk komersial. Sebutlah seperti bahan baku pembersih berupa detergen dan pelembut pakaian; kosmetika yang meliputi sabun, sampo, perawatan kulit, hingga pasta gigi.

“Dari surfaktan juga dapat dihasilkan bahan pewarna tekstil, pelumas, bahan baku farmasi untuk obat dan pembuatan vaksin, serta aditif bagi bahan bakar minyak,” kara Wuryaningsih.

Produksi surfaktan dari kelapa sawit sangat cerah di Indonesia. Sebab, bila dibandingkan dengan harga CPO (crude palm oil), surfaktan memiliki harga jual 20 kali lipat lebih tinggi. Nilai tambahnya pun bisa meningkat delapan kali lipat, atau tertinggi dibandingkan produk turunan lain, seperti minyak goreng yang hanya naik setengah kali. Saat ini, dari 95.000 ton kebutuhan surfaktan Indonesia per tahun, sekitar 45.000 ton masih diimpor.

sumber : kompas, senin 11 september 2006
11-09-2006 08:36:34

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: