4 (empat) pelajaran penting dari kesuksesan Apple.

Juni 29, 2007 pukul 4:25 am | Ditulis dalam berita Grezzzz | 1 Komentar

0100706271206_gridscomp.jpg
Rabu, 27-06-2007

Tanggalkan segala heboh liputan berita menyongsong tanggal 29 Juni saat penjualan pertama di dunia produk iPhone di negara AS. Selanjutnya sisihkan sejenak waktu untuk menyimak sajian web sites penerbit majalah terkemuka The Economist awal Juni yl, yang secara khusus menyajikan publikasi bertajuk : “Lesson from Apple” yang memuat ulasan mengenai keberhasilan perusahaan Apple Inc —pimpinan CEO tokoh kharismatik Steve Jobs— selama sekian dekade memposisikan diri dalam lingkup global selaku juara inovasi : “Master of Innovation” dan apa saja kiat-kiat sukses usaha terpenting untuk menjadi unggul.
Kolumnis Economist-dot-com menguraikan “Lesson from Apple” meliputi 4 (empat) kiat usaha yang dijalankan terus-menerus oleh Apple .
1 – Inovasi terbaik diambil bisa dari intern perusahaan maupun dari luar.
2 – Aplikasi teknologi dengan pemakaian yang sederhana serta serba mudah.
3 – “Stay hungry, Stay foolish”.
4 – “Fail safely”.

# 1ONE.
Produk terkini Apple Inc yakni iPhone hanyalah salah satu dari sederet produk yang dipandang bernilai inovasi tinggi serta unggul dalam sisi teknologis maupun artistik desain produk, contoh lainnya; pc Macintosh generasi pertama tahun 1977 yang pertama kali mengoperasikan mouse dan GUI yang ekstensif, pc iMac, sistem operasi OS X, iPod dengan aplikasi iTunes (2001).
Mungkin kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa produk iPhone sebelum menjadi produk final seperti yang kini diluncurkan, sesungguhnya melewati masa awal sebagai produk gagal Apple ketika hendak menciptakan smart phone yang mengawinkan pemutar musik/video digital ala iPod yang berkemampuan ponsel berteknologi canggih bekerja sama dengan Motorola . iPhone kemudian melewati tahap rancang dan rekaya ulang dengan mengadopsi saran dari pihak konsultan luar yang tengah bekerja untuk Apple tentang “ponsel musik idaman”. Jadilah langkah demikian menggambarkan bagaimana kiat usaha ke-4 : “Fail Safely” dan sekaligus melangkah dengan kiat ke-1 : inovasi bisa diperoleh dari luar perusahaan selain hasil olahan pengembangan internal.
Diantara seluruh jalannya rangkaian proses rekayasa iPhone tentunya berjalan dengan fokus mengintegrasikan aplikasi iTunes, sistem operasi OS X dan browser Safari buatan Apple dan direalisasikan dengan sentuhan desain stylish karya perancang Apple yang dikenal amat menjunjung tinggi cita rasa artistik dan menganggapnya sama penting dengan keunggulan teknologi. Walhasil, Apple kerap kali bertindak sebagai “orchestrator & integrator of technologies”.

2TWO..
Apple selalu konsisten berinovasi dengan menghasilkan produk berujud sederhana yang mengkombinasikan dengan cermat keunggulan teknologi dengan kemudahan dalam mengoperasikan. Maka terciptalah iPod yang bentuknya simpel namun artistik dan mudah mengoperasikan dengan andalan aplikasi iTunes. Perangkat terkini iPhone sepenuhnya mengaplikasikan teknologi layar sentuh “multi touch screen” dalam mengoperasikan ponsel. iPhone tentu saja bukan smart phone pertama di dunia —LG Korea memiliki ponsel serie Chocolate dengan sensor sentuh untuk keypad dengan sosok bentuk sederhana nan artisitik— namun aplikasi kemampuan teknologi layar sentuh ditangan perancang Apple menghasilkan hp yang secara total mengeliminasikan keypad /tombol mekanik hingga ujud final yang sederhana namun stylish dan gampang penggunaannya

3THREE.:
Apple adalah pantang cepat berpuas diri dan mengedepankan kiat “stay hungry & stay foolish” dengan mempraktekkan bahwa dalam upaya menghasilkan produk berbobot inovasi tinggi dalam dunia rekayasa yang menganut konsepsi “user-centric innovation”, walau mempertimbangkan dengan seksama setiap masukan penyempurnaan produk dari pemakai setia produk, pihak Apple siap untuk berani menciptakan produk yang “selangkah lebih maju di depan” ke hadapan pasar. Contohnya ketika meluncurkan produk iPod (2001) pun banyak khalayak konsumen maupun kalangan pengamat multimedia/ IT yang pertama kali menganggapnya sebagai suatu idea buruk semata. Namun ternyata pasar kemudian menyambut dengan amat hangat bahkan produk iPod menjadi salah satu ikon kesuksesan Apple.

4FOUR::
“Fail wisely” = “CEO Jobs juga manusia” —seperti halnya rocker!—🙂
Sejak pertama kali mengelola bisnis komputer Macintosh (1977), NeXT (1980-an) yang kemudian diakuisisi menjadi Apple Inc pun telah beberapa kali Steve Jobs melakukan proyek gagal. Satu dekade yang lewat bahkan Apple nyaris bangkrut saat ditangani Jobs sebelum akhirnya menemukan kesuksesan dengan menggarap lahan usaha produksi perangkat komputer personal / pc yang berbasis piranti lunak tersendiri OS Mac / OS X —yang fokus menyasar segmen pengguna kelas tersendiri : para perancang / designer dan kalangan khalayak penggemar multi-media serta peminat dunia artistik— dan menggeluti produk “consumer electronics” khususnya perangkat hiburan pemutar musik/video digital.
At the end of the day; pada akhirnya pemasaran perdana iPhone di AS yang tinggal “menghitung hari” sesungguhnya segenap khalayak di seluruh penjuru dunia masih akan menunggu untuk selama sekian bulan kedepan apakah iPhone akan mengikuti jejak kisah sukses fenomenal iPod atau bahkan melebihinya.

Sumber: Up-dates The Economist-dot-com / Rizal AK.

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. bagus,,,,,,,,,,,, ditambahi dong isinya, lumayan byat ngerjain tugas,,, hehehehe, sukses ya n makasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: